PERSISJABAR.OR.ID – Pimpinan Wilayah (PW) Pemudi PERSIS Jawa Barat Masa Jihad 2024–2027 menyelenggarakan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II dengan tema “Optimalisasi Dakwah dan Kualitas Kader Menuju Pemudi PERSIS yang Mandiri dan Berdampak”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 08 Februari 2026 M bertepatan dengan 20 Sya’ban 1447 H, bertempat di Auditorium Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana No. 2, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.
Muskerwil II menjadi forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan serta program prioritas Tahun Kedua PW Pemudi PERSIS Jawa Barat, sekaligus memperkuat sinergi dakwah antara Pemudi PERSIS, PERSIS, dan pemerintah daerah.
Ketua PW Pemudi PERSIS Jawa Barat, Nia Kurnianingsih, S.ST., M.Pd., dalam sambutannya
menegaskan bahwa tema Muskerwil II menjadi dasar perumusan kebijakan strategis organisasi dalam menjawab tantangan dakwah.
Ia menyampaikan bahwa arah kebijakan PW Pemudi PERSIS Jawa Barat difokuskan pada beberapa poin utama, yaitu optimalisasi dakwah perempuan berbasis Al-Qur’an dan As-Sunnah yang responsif terhadap isu pemudi masa kini, peningkatan kualitas kader melalui pembinaan yang seimbang, penguatan peran sosial kemasyarakatan Pemudi PERSIS, serta penguatan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari ketahanan dakwah.
Muskerwil II turut dihadiri perwakilan PW PERSIS Jawa Barat yang diwakili oleh H. Bubun Farhabun, S.Pd. (Bidang Pendidikan PW PERSIS Jawa Barat). Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar Pemudi PERSIS dan PERSIS dapat terus bersinergi dalam kerja-kerja dakwah dan pembinaan umat.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung, khususnya Wali Kota Bandung, yang telah berkenan memberikan fasilitas tempat untuk kelangsungan Muskerwil II.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Bandung juga menyampaikan dukungan serta
keterbukaan untuk membangun kolaborasi dengan PERSIS dan Pemudi PERSIS dalam berbagai
program strategis.
Wali Kota Bandung juga menegaskan bahwa PW Pemudi PERSIS memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya terlihat dari sebaran kader yang luas, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Pemudi PERSIS.

Dalam arahannya, Wali Kota Bandung menyampaikan bahwa Pemudi PERSIS diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan dalam tiga hal utama.
Pertama, sebagai agen kondusifitas, yaitu menjaga lingkungan sosial yang tertib, bersih, dan harmonis melalui keteladanan serta aksi nyata.
Kedua, sebagai agen literasi, yakni mengedukasi masyarakat terkait kesadaran lingkungan, khususnya dalam pengelolaan dan pengurangan sampah berbasis pengetahuan dan pemahaman yang benar.
Ketiga, sebagai agen pendewasaan masyarakat, yaitu mendorong perubahan pola pikir dan perilaku
masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kehidupan bersama.
Wali Kota Bandung juga memperkenalkan prinsip literasi cerdas sebagai indikator dalam membangun masyarakat yang sadar dan bertanggung jawab terhadap persoalan lingkungan, khususnya sampah. Tiga indikator tersebut yaitu: pantaskah, perlukah, dan patuhkah.
Di akhir sambutan, Wali Kota Bandung berharap Muskerwil II dapat menghasilkan rumusan program kerja yang konkret, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Setelah rangkaian sambutan selesai, Muskerwil II PW Pemudi PERSIS Jawa Barat secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bandung.***
Penulis: Naqiya Salsabila, M.Pd.

