PERSISJABAR.OR.ID – Pimpinan Daerah (PD) Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung menggelar Seminar dan Refleksi Kesehatan Mental pada Ahad (16/11/2025) dengan menghadirkan narasumber Adetia Siti Nurmaluloh, M.Sos., Gr., C.Lp., C.PS., (Bidgar Advokasi PW Pemudi PERSIS Jawa Barat). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya PD Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung dalam menguatkan pemahaman kesehatan mental yang selaras dengan nilai-nilai Islam.
Seminar mengusung tema “Seimbang Bukan Sempurna: Kuat Tanpa Hilang Lembutnya, Sibuk Tanpa Hilang Jiwanya”, sebuah pesan yang menekankan bahwa Islam tidak menuntut kesempurnaan, melainkan keseimbangan. Pesan ini relevan terutama bagi perempuan yang dalam kesehariannya memegang banyak peran sekaligus.
Dalam pemaparannya, Adetia menyoroti pentingnya emotional awareness sebagai pilar utama kesehatan mental perempuan.
Ia mengawali sesi dengan mengutip ungkapan Rocky Gerung tentang kemampuan perempuan menahan misery (penderitaan), yang menggambarkan ketangguhan perempuan dalam menghadapi tantangan hidup.
Menurutnya, kesadaran emosi menjadi langkah awal dalam memahami kondisi diri serta menyikapi dinamika kehidupan dengan lebih bijak.
“Seseorang dapat disebut memiliki mental yang sehat, apabila tidak ada gangguan secara biologis, psikologis, sosiologis dan spiritual,” tuturnya.

Ia mengaitkannya dengan konsep nafs al-mutmainnah, yakni jiwa yang tenteram dan seimbang sesuai petunjuk Allah. Keseimbangan ini, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga ketenangan batin.
Dalam sesi lanjutan, ia menyinggung Q.S. Al-Insyirah ayat 5–6 yang menegaskan bahwa setiap kesulitan selalu disertai kemudahan. Ayat tersebut menunjukkan bahwa seluruh emosi adalah ciptaan Allah yang perlu dihargai dan dikelola. Di balik setiap gejolak batin, Allah telah menyiapkan jalan keluar dan kebaikan bagi hamba yang bersabar.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama sebagai bentuk penerapan materi. Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan, menandakan besarnya perhatian terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual.
“Penyembuhan adalah sebuah perjalanan, bukan perlombaan. Bersikaplah lembut pada diri sendiri karena kasih sayang Allah tak terbatas oleh waktu,” pesan Adetia untuk seluruh peserta.
Reporter: Resty Nurwahyuni (Tim Kominfo PD Pemudi PERSIS Kab. Bandung)

