PERSISJABAR.OR.ID — Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) Jawa Barat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) VII Pimpinan Daerah (PD) Persis Kabupaten Purwakarta yang digelar pada Kamis, 1 Januari 2026, bertempat di Prime Plaza Hotel, Purwakarta.
Musda VII PD Persis Kabupaten Purwakarta mengusung tema “Transformasi Gerakan Dakwah Persatuan Islam dalam Mewujudkan Purwakarta Istimewa”. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persis, jajaran PW Persis Jawa Barat, unsur pemerintah daerah, serta perwakilan kader dan warga Persis.

Dalam sambutannya, Ketua PD Persis Kabupaten Purwakarta, Ustadz Agah Nugraha, M.H., menyampaikan bahwa musyawarah menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan perencanaan gerakan dakwah ke depan. Ia menilai perjuangan dakwah Persis masih panjang dan memerlukan penyegaran agar tetap terarah.
“Gerakan jihad kita masih panjang. Kita perlu rehat sejenak untuk melakukan evaluasi dan perencanaan dakwah. Kami berharap musyawarah ini dapat menghasilkan berbagai keputusan jam’iyyah yang bermanfaat bagi umat,” ujar Agah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah Persis. Meski baru menjabat selama 13 hari, ia mengaku Persis telah lama dikenal sebagai organisasi kemasyarakatan yang moderat dan modern. Menurutnya, tema Musda dinilai sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Sekda Purwakarta menambahkan bahwa saat ini masyarakat tengah menghadapi krisis moral yang memerlukan keterlibatan semua elemen. Karena itu, ia mengajak Persis untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan solusi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam taujihnya, Ketua PW Persis Jawa Barat menegaskan bahwa musyawarah merupakan bagian dari ibadah dalam ajaran Islam. Ia mengajak seluruh peserta Musda untuk mencurahkan kemampuan terbaik guna menghasilkan keputusan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Musyawarah adalah ibadah. Saya mengajak seluruh peserta untuk bersungguh-sungguh melahirkan keputusan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan lelah berjuang dan jangan putus asa menghadapi tantangan dakwah,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa warga Persis siap bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun organisasi kemasyarakatan lainnya dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Purwakarta.

Sementara itu, Ketua Umum PP Persis dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Strategi Dakwah Jam’iyyah Menghadapi Dinamika Zaman” menuturkan terkait pemahaman menyeluruh terhadap tema transformasi gerakan dakwah Persis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menjelaskan bahwa perubahan merupakan esensi dari dakwah, yakni perubahan yang membawa keselamatan.
“Dakwah adalah gerakan yang terarah. Perubahan dari kegelapan menuju cahaya Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari akidah, akhlak, hukum, ekonomi, hingga politik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dakwah Persis merupakan kelanjutan dari proses estafet perjuangan kenabian yang diwariskan kepada umat manusia, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan.

Dalam Musda VII tersebut, Ustadz Agah Nugraha, M.H., kembali terpilih sebagai Ketua PD Persis Kabupaten Purwakarta untuk periode ketiga. Sementara itu, posisi penasihat PD Persis Kabupaten Purwakarta ditetapkan kepada H. Abdul Hamid, H. Endang Suryaman, dan H. Dede Muchtar.

