PERSISJABAR.OR.ID – Suasana reflektif dan penuh kesadaran diri mewarnaikegiatan Upgrading Tasykil PC Pemudi PERSIS se-Kabupaten Bandung yang diselenggarakan oleh PimpinanDaerah Pemudi PERSIS Kabupaten Bandung pada Ahad, 18 Januari 2026.
Bertempat di PCI Pangalengan, kegiatan inimenghadirkan Ust. Irfan, akrab disapa Abah Ifank sebagaipemateri utama, dengan fokus penguatan loyalitas jam’iyyahmelalui proses pengenalan diri.

Sejak awal kegiatan, nuansa kebersamaan sudah terasa. Dipandu moderator Cindy Aprilliani, sesi pembuka dikemasdengan cara yang tidak biasa. Absen peserta dilakukan secarakreatif, di mana setiap kelompok menampilkan ciri khasmasing-masing. Cara ini menjadi pengantar yang hangatsekaligus mencerminkan kekompakan dan dinamika tasykildari berbagai Pimpinan Cabang.
Memasuki sesi inti, Abah Ifank mengajak pesertamenyelami makna berjam’iyyah dari sisi yang lebih personal. Ia menekankan bahwa sikap dan tindakan hari ini tidak pernahlepas dari pengalaman masa lalu, dan akan sangat menentukanarah masa depan seseorang, termasuk dalam menjalankanamanah organisasi.
“Loyalitas itu tidak muncul tanpa kesadaran,” tegas Abah Ifank.
Menurutnya, kesadaran diri (self-awareness) adalahfondasi utama sebelum seseorang berbicara tentangkepemimpinan.
Organisasi, kata Abah Ifank, hanya akan berjalan searahjika para penggeraknya memahami siapa dirinya, apaperannya, dan mengapa ia memilih untuk berada dalambarisan perjuangan.
Gagasan tersebut kemudian diperdalam melalui simulasipengenalan diri yang cukup menggugah. Peserta dimintaberpasangan dan saling melontarkan pertanyaan sederhananamun mendalam: “Siapa kamu?” Pertanyaan itu diulangberkali-kali, hingga peserta mulai menembus lapisan jawabanyang bersifat formal dan ekspektatif.
Dari proses ini, peserta diajak menemukan identitas diriyang jujur dan autentik. Sebanyak 12 peserta bahkan mampumerumuskan sepuluh karakter diri mereka dan menyampaikannya di hadapan forum.
Ketua Pimpinan Daerah Pemudi PERSIS KabupatenBandung, Teh Desyanti, yang akrab disapa Bunda, menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan dari 23 PC se-Kabupaten Bandung. Ia berharap kegiatan ini menjadiruang penyegaran sekaligus penguatan komitmen tasykildalam menjalankan amanah jam’iyyah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mempereratsilaturahmi, tetapi juga menumbuhkan loyalitas yang lahirdari kesadaran diri, sehingga semangat berjam’iyyah tetapterjaga,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh refleksi. Melalui seminar ini, para tasykil diharapkan kembali ke cabang masing-masing dengan perspektif baru: bahwa mengenal diri adalah langkahawal untuk meneguhkan loyalitas dan memberikanpengabdian terbaik bagi umat dan jam’iyyah.

