PERSISJABAR.OR.ID – Forum Guru Bimbingan dan Konseling (BK) PW Persis Jawa Barat bekerja sama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Barat menyelenggarakan Seminar BK bertema “Konseling Qur’ani : Integrasi Psikologi Al-Qur’an dan Keteladanan Rasulullah dalam Praktik Bimbingan dan Konseling” pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Jabar Book Fair 2026.
Seminar ini diikuti oleh sekitar 90 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat. Peserta terdiri atas guru BK, guru kelas, guru mata pelajaran, kepala sekolah, dosen, serta mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA.

Pada sesi pembukaan, Ketua PW Persis Jawa Barat, Ustaz H. Iman Setiawan Latief, S.H. menyampaikan sambutan yang menegaskan pentingnya peran guru BK di sekolah.
Ia menyampaikan bahwa guru BK memiliki peran strategis dalam membina karakter dan mendampingi perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang baik. Hal ini terlihat dari kesungguhan peserta dalam mengikuti setiap sesi pemaparan materi.
Pada sesi pertama, Ustaz Bubun Farhabun, S.Pd.I, menyampaikan materi mengenai penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam layanan BK di lingkungan lembaga pendidikan Persis. Ia menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai keislaman dalam proses pendampingan peserta didik terutama yang dilaksanakan oleh guru BK.
Selanjutnya, pada sesi kedua, disampaikan materi mengenai konsep Konseling Qur’ani sebagai integrasi antara psikologi Al-Qur’an dan keteladanan Rasulullah dalam praktik bimbingan dan konseling oleh Dr.Daris Tamin. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan solusi yang komprehensif terhadap berbagai permasalahan peserta didik.
Panitia kegiatan menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari upaya penguatan kompetensi pendidik dalam mengembangkan layanan BK berbasis nilai-nilai Qur’ani.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 120 menit ini diharapkan dapat memberikan penguatan wawasan sekaligus menjadi bekal bagi para pendidik dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling yang lebih efektif, holistik, dan berlandaskan nilai-nilai Qur’ani.

