PERSISJABAR.OR.ID – Upaya meningkatkan kesadaran kesehatan pendengaran di kalangan pelajar terus digalakkan. Salah satunya melalui kegiatan bakti sosial bertajuk “Bersih-Bersih Telinga & Edukasi Kesehatan Pendengaran” yang digelar di SMA Plus Mualimin 50 Lembang, Jumat 3 Maret 2026.
Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pendengaran Sedunia ini merupakan kolaborasi antara Departemen THT FK UNJANI/RS Dustira bersama PW Persis Jawa Barat, Pesantren Persis 50 Lembang, Perhati-KL Jawa Barat, serta Komda PGPKT Kota Cimahi.
Ratusan peserta yang terdiri dari santri dan siswa mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pemeriksaan telinga, tindakan pembersihan telinga, hingga edukasi kesehatan pendengaran yang disampaikan langsung oleh tenaga medis profesional.
Pimpinan Pesantren Persis 50 Lembang, Agus Ridwan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia menuturkan bahwa kesehatan merupakan bagian penting dalam pembinaan santri.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan para santri. Lingkungan pesantren tidak hanya fokus pada pembinaan ilmu dan akhlak, tetapi juga kesehatan jasmani sebagai penunjang utama aktivitas belajar dan ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, Bidang Garapan Pendidikan PW Persis Jawa Barat, Bubun Farhabun, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kegiatan ini merupakan contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan, organisasi Persis, dan tenaga medis. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pesantren di Jawa Barat,” ungkapnya.

Dari pihak tenaga medis, perwakilan Kedokteran Umum FK UNJANI, diwakili oleh Dr. Asti Kristianti, dr.Sp THT BKL,, M. Kes., menyampaikan bahwa edukasi kesehatan sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan pendengaran di masa depan.
“Banyak gangguan telinga yang sebenarnya bisa dicegah dengan edukasi sederhana. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman sekaligus layanan langsung kepada para siswa agar lebih peduli terhadap kesehatan pendengaran mereka,” jelas perwakilan tim medis.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan bakti sosial ini meliputi:
- Registrasi peserta
- Screening atau pemeriksaan telinga
- Tindakan pembersihan telinga (ear cleaning)
- Edukasi kesehatan pendengaran
- Sesi konsultasi medis
Seluruh rangkaian berjalan dengan tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Dari pelaksanaan kegiatan ini, diperoleh beberapa hasil:
- Meningkatnya kesadaran santri terhadap pentingnya menjaga kesehatan telinga
- Ditemukannya kasus gangguan telinga ringan yang dapat segera ditangani
- Terbangunnya pola hidup sehat dalam lingkungan pesantren
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya dakwah sosial Persis dalam bidang kesehatan. Diharapkan, kolaborasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren.

