PERSISJABAR.OR.ID – Bidang Jam’iyyah PP Persis kembali menyelenggarakan Training Kepemimpinan Jam’iyyah untuk Zona 2 Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung di Aula Aminulloh, Pesantren Benda, pada Sabtu (22/6/2026) ini diikuti oleh enam Pimpinan Daerah (PD) Persis, yakni PD Persis Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.
Pelaksanaan kegiatan turut difasilitasi oleh Pimpinan Wilayah (PW) Persis Jawa Barat melalui tim fasilitator yang terdiri atas Endang Sirojuddin, Muchsin Al-Fikri, Daden, Bubun Farhabun, Dudung Abdurrahman, dan Gumelar.
Ketua Bidang Jam’iyyah PP Persis, KH. Salam Rusyadi, dalam sambutannya menuturkan bahwa para pimpinan jam’iyyah di setiap tingkatan dituntut memiliki kapasitas kepemimpinan yang mampu mentransformasi gerakan dakwah sesuai dengan perkembangan zaman.
“Seluruh bidang dalam jam’iyyah telah mengalami perubahan. Karena itu, para pimpinan harus memiliki kemampuan untuk mentransformasi dakwah agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi organisasi,” ujarnya.
Training menghadirkan dua narasumber, yakni Ustaz Ahmad Faisal dan Ustaz Erdian. Dalam sesinya, Ustaz Ahmad Faisal menyampaikan materi mengenai urgensi leadership dalam kepemimpinan jam’iyyah. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki dua fondasi utama, yakni responsibility (tanggung jawab) dan integrity (integritas).
Menurutnya, melalui responsibility, seorang pemimpin menerima amanah dengan penuh kesadaran dan kesungguhan. Sementara melalui integrity, pemimpin mampu menegakkan nilai-nilai yang menjadi pijakan moral dalam setiap keputusan dan tindakan. Selain itu, seorang pemimpin juga dituntut memiliki semangat self growth, yakni terus belajar, berkembang, dan meningkatkan kualitas diri sepanjang masa kepemimpinannya.
Sementara itu, Ustaz Erdian menyampaikan materi bertajuk Pemimpin sebagai Sumber Energi. Ia menjelaskan bahwa pemimpin yang efektif harus mampu menjadi sumber energi positif bagi lingkungan organisasi. Tiga energi utama yang perlu dimiliki seorang pemimpin, menurutnya, adalah sikap pemaaf, cinta kasih, dan rasa syukur.
Ketiga nilai tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara organisatoris, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, kepercayaan, dan budaya kerja yang sehat di lingkungan jam’iyyah.
Kegiatan Training Kepemimpinan Jam’iyyah Zona 2 Jawa Barat ditutup dengan deklarasi komitmen para peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan yang telah dipelajari dalam menjalankan amanah organisasi di daerah masing-masing.
Dalam penutupan kegiatan, KH. Salam Rusyadi nwnyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya para pemimpin jam’iyyah yang berintegritas, bertanggung jawab, dan terus bertumbuh sehingga mampu menggerakkan dakwah Persis secara lebih adaptif, progresif, dan berkelanjutan.

