Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Wilayah Himi Persis Jawa Barat, Siti Resa Mutoharoh, mengajak kader memperkuat kembali karakter gerakan kemahasiswaan yang berpijak pada idealisme, kemandirian, dan tradisi intelektual. Ia hadir didampingi Sekretaris PW Himi Persis Jawa Barat, Nuriah Siti Khofifah.

Resa menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam proses perubahan bangsa. Karena itu, organisasi kemahasiswaan perlu menjaga jati dirinya sebagai ruang pembentukan pemikiran, pengembangan kapasitas, sekaligus tempat kader belajar membaca persoalan masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, gerakan mahasiswa perlu memiliki sikap tegas dan independen, disertai idealisme serta tradisi intelektual yang kuat. Karakter tersebut menjadi bekal agar mahasiswa mampu mengambil sikap berdasarkan pemahaman terhadap persoalan, tidak hanya mengikuti arus isu yang berkembang.
Ia juga mengajak kader Himi Persis membangun komunikasi dan konsolidasi dengan berbagai elemen gerakan mahasiswa. Konsolidasi tersebut perlu diarahkan pada agenda bersama yang berkaitan dengan masa depan Indonesia, sehingga gerakan mahasiswa memiliki kontribusi yang lebih luas dalam kehidupan kebangsaan.

Dalam kesempatan itu, Resa turut menyinggung terkait kemampuan organisasi dalam menyusun agenda gerakan secara mandiri. Respons terhadap persoalan kebangsaan, menurutnya, perlu didahului kajian dan pemetaan masalah agar sikap yang diambil memiliki dasar pemikiran serta arah perjuangan yang jelas.
Lebih jauh, ia menempatkan penguatan tradisi keilmuan sebagai salah satu fondasi gerakan. Kader didorong membangun budaya literasi, memperluas ruang diskusi, serta mengembangkan kemampuan analisis agar dapat melahirkan gagasan dan solusi bagi persoalan keumatan, keperempuanan, dan kebangsaan.

Resa juga menyampaikan tentang keberlanjutan gerakan bergantung pada proses kaderisasi yang terencana. Pengembangan kapasitas intelektual, moral, dan sosial perlu berjalan beriringan agar kader memiliki bekal untuk menjalankan peran organisasi sekaligus berkontribusi di tengah masyarakat.

