PERSISJABAR.OR.ID — Pimpinan Daerah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PD Himi Persis) Kota Bandung menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XV pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan pembukaan berlangsung di Auditorium Balai Kota Bandung, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian persidangan di Ar-Risalah. Musda yang dilaksanakan setiap satu setengah tahun ini menjadi forum organisasi untuk mengevaluasi kepengurusan, merumuskan arah gerakan, serta menentukan kepemimpinan berikutnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Himi Persis Jawa Barat, Siti Resa Mutoharoh, hadir bersama perwakilan PW Himi Persis Jabar, Elmyra Ananda. Dalam sambutannya, Resa menyampaikan apresiasi atas perjalanan dan kontribusi kader Himi Persis Kota Bandung dalam mengembangkan organisasi. Ia juga menyinggung terkait merawat berbagai capaian yang telah dibangun oleh para kader sebelumnya.
“Banyak legacy yang Himi Persis punya,” ujar Resa dalam sambutannya.
Ia berharap Musda XV dapat menjadi ruang bagi kader untuk melanjutkan hal-hal baik yang telah dirintis, sekaligus merumuskan langkah organisasi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan lingkungan sosial. Menurutnya, Himi Persis perlu terus menjaga idealisme, kemandirian, serta tradisi intelektual yang menjadi bagian dari karakter gerakan mahasiswa.

Resa juga mengajak kader untuk memperkuat peran mahasiswa dalam kehidupan kebangsaan. Ia menyampaikan bahwa respons terhadap berbagai persoalan publik perlu disertai pemikiran yang matang, sikap kritis, dan pemahaman yang utuh terhadap persoalan yang dihadapi.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan terkait pentingnya menjaga fungsi mahasiswa sebagai kontrol sosial, agen perubahan, dan calon pemimpin masa depan. Peran tersebut perlu ditopang oleh proses kaderisasi yang berkelanjutan agar organisasi tetap memiliki sumber daya kader yang siap melanjutkan perjuangan.
Kehadiran PW Himi Persis Jawa Barat dalam Musda XV merupakan bagian dari pendampingan organisasi terhadap proses kaderisasi di tingkat daerah. Melalui forum ini, harapannya PD Himi Persis Kota Bandung dapat menghasilkan keputusan dan kepemimpinan yang mampu menjaga keberlanjutan gerakan organisasi.

