PERSISJABAR.OR.ID – Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) Jawa Barat, KH. Iman Setiawan Latief, S.H., M.Pd mengajak seluruh anggota Persis menjaga kekompakan dan memperkuat konsolidasi organisasi. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan NGABARIS (Ngaji Bareng Keluarga Persatuan Islam) ke-2 di Masjid Raya Al Jabbar, Bandung, Ahad (8/11/2026).

Dalam sambutannya, ia mengatakan NGABARIS tidak hanya menjadi pertemuan untuk mengaji dan bersilaturahmi semata. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi keluarga besar Persis untuk melihat kembali perjalanan organisasi, merapikan barisan, dan menyamakan arah gerak jam’iyyah.
Menurutnya, perbedaan di dalam organisasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Namun, perbedaan itu jangan sampai membuat anggota berjalan sendiri-sendiri. Persis harus tetap solid, terutama ketika menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang terus berubah.
Ia juga menuturkan kemampuan organisasi membaca keadaan dan menyesuaikan langkah dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satunya berkaitan dengan persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama dan kerja sama dengan pemerintah.
Dalam sambutannya, ia turut menyampaikan sejumlah program PW Persis Jawa Barat yang membutuhkan keterlibatan jamiyyah. Salah satunya adalah ajakan agar setiap anggota mengajak minimal satu orang untuk mengikuti kegiatan dan pembinaan Persis.
Program pertama yang disampaikan ialah NGABALADAH, yakni pengajian bersama ulama Dewan Hisbah Persis. Kegiatan ini ditujukan untuk memperluas pemahaman anggota, khususnya para mubalig, terhadap fatwa dan hasil pemikiran ulama Persis.
Ia menilai, ribuan fatwa yang telah dihasilkan Dewan Hisbah perlu dikenal dan dipahami oleh para mubalig. Sebab, mereka berhadapan langsung dengan jemaah dan bertugas menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat.
Ngabaladah dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan secara langsung di kantor PW Persis Jabar setiap Kamis pekan kedua.
Program berikutnya adalah Persis Berhaji. Melalui program ini, anggota diajak mempersiapkan biaya perjalanan ibadah haji sejak dini dengan menabung melalui kerja sama bersama Bank Syariah Indonesia (BSI).
Ia menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat kemampuan fisik dan finansial. Sementara itu, masa tunggu keberangkatan yang panjang membuat persiapan keuangan perlu dilakukan jauh-jauh hari.
Anggota Persis yang berminat mengikuti program tersebut dapat mendatangi kantor cabang BSI terdekat dan mendaftar melalui program Persis Berhaji.
Selain dua program tersebut, ia menyampaikan perkembangan pembangunan Gedung Dakwah Persis yang saat ini telah mencapai 60 persen.
Pembangunan gedung tersebut menjadi bagian dari pengembangan sarana organisasi untuk menunjang kegiatan dakwah dan pelayanan Persis kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, ia kembali mengajak seluruh anggota agar menjaga persatuan di tengah berbagai persoalan yang dihadapi organisasi maupun masyarakat. Menurutnya, Persis membutuhkan barisan yang kompak agar dapat menentukan sikap dan mengambil langkah bersama dalam menghadapi perubahan zaman.

