PERSISJABAR.OR.ID – Kegiatan NGABARIS (Ngaji Bareng Keluarga Persatuan Islam) ke-2 yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) Jawa Barat resmi dimulai pukul 08.00 WIB di Masjid Raya Al Jabbar, Bandung, Ahad (8/11/2026). Sejak pagi, jamaah dari berbagai daerah di Jawa Barat berdatangan untuk mengikuti pengajian akbar yang menjadi ajang silaturahmi keluarga besar Persis tersebut.
Masjid Raya Al Jabbar dipadati jamaah yang datang bersama rombongan dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi keluarga besar Persis untuk bertemu, mengikuti pengajian bersama, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.

Ketua Pelaksana NGABARIS II, Ustaz Dudung Abdul Rohman, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari tradisi pengajian yang sudah lama hidup di lingkungan Persis. Melalui NGABARIS, PW Persis Jawa Barat ingin menghadirkan pengajian dalam skala wilayah agar seluruh keluarga besar Persis dapat berkumpul dalam satu majelis.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh elemen keluarga besar Persatuan Islam dapat berkumpul, bersilaturahmi, dan mengikuti pengajian bersama,” ujarnya.
Tahun ini, NGABARIS mengangkat tema Membumikan Dakwah Islam Rahmatan lil Alamin Berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunah di Jawa Barat. Selain pengajian, kegiatan tersebut juga diisi dengan peluncuran buku Dakwah PEPELAKAN (Peduli Pelestarian Lingkungan dan Ketahanan Pangan). Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan dakwah Persis hingga menyentuh persoalan lingkungan dan ketahanan pangan.
Ketua PW Persis Jawa Barat, KH. Iman Setiawan Latief, S.H., M.Pd., mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan dan memperkuat konsolidasi jam’iyyah. Ia menuturkan bahwa perbedaan di dalam organisasi merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai membuat anggota berjalan sendiri-sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan sejumlah program PW Persis Jawa Barat, di antaranya NGABALADAH, Persis Berhaji, serta pembangunan Gedung Dakwah Persis yang saat ini telah mencapai 60 persen.
Dukungan terhadap penyelenggaraan NGABARIS II juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat, Andrie Kustria Wardana, S.STP., M.Si., CRBD, hadir mewakili Gubernur Dedi Mulyadi dan menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

Ia berharap kegiatan keagamaan seperti NGABARIS terus berkembang dan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga mengajak keluarga besar Persis menjaga tiga hubungan dalam kehidupan, yakni hablumminallah (hubungan dengan Allah Swt.), hablumminannas (hubungan dengan sesama manusia), dan hablumminal alam (hubungan dengan alam).

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al Jabbar, Dr. K.H. Tata Sukayat, menyambut baik kehadiran keluarga besar Persis. Ia berharap Masjid Raya Al Jabbar dapat terus menjadi tempat terbuka bagi kegiatan ibadah, pendidikan, dan berbagai aktivitas keumatan.
Menurutnya, semangat NGABARIS memiliki pesan yang sejalan dengan ajaran meluruskan dan merapatkan saf dalam salat berjemaah. Kebersamaan tersebut perlu dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika umat menghadapi berbagai persoalan sosial.

Pesan tentang persatuan juga disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang hadir memberikan sambutan. Ia mengapresiasi kontribusi Persis dalam perjalanan bangsa, terutama melalui penyelenggaraan pendidikan yang dibangun dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat.
Abdul Mu’ti menyoroti bahwa umat Islam memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan, pembangunan pendidikan, dan kehidupan sosial Indonesia. Ia turut mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan yang kerap memicu kegaduhan di ruang publik.
“Al-Qur’an mengajarkan agar kita senantiasa bersatu dan berpegang teguh pada agama Allah serta tidak bercerai-berai. Ikhtilaf tidak boleh dihindari, tetapi tafarruq harus dihindari,” ujar Abdul Mu’ti.

Selain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M turut menghadiri NGABARIS II. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat mendukung kemandirian pangan nasional dengan memperkuat produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Dikatakannya, ketergantungan terhadap pangan impor berkaitan langsung dengan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kemampuan produksi pangan sendiri agar masyarakat dapat memperoleh manfaat lebih besar dari hasil usaha di dalam negeri.
Berbagai pesan yang disampaikan para tokoh dalam NGABARIS II meliputi penguatan organisasi, pendidikan, persatuan umat, hingga kemandirian pangan.

