PERSISJABAR.OR.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., menghadiri kegiatan NGABARIS (Ngaji Bareng Keluarga Persatuan Islam) ke-2 yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) Jawa Barat di Masjid Raya Al Jabbar, Bandung, Ahad (8/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan menyampaikan pentingnya membangun kemandirian bangsa, terutama dalam sektor pangan. Ia menilai, ketergantungan Indonesia terhadap produk pangan impor menjadi persoalan yang perlu segera diselesaikan karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, peternak, dan nelayan.
Menurutnya, Indonesia seharusnya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri melalui penguatan produksi dalam negeri. Namun, sejumlah komoditas pangan masih bergantung pada pasokan luar negeri, mulai dari beras, kedelai untuk kebutuhan tahu dan tempe, gula, garam, hingga tepung terigu.

“Selama 30 tahun, kita sebenarnya sudah menyimpang dari tujuan awal pembangunan bangsa. Dalam bidang pangan, kita harus swasembada, tetapi beras masih impor. Kedelai untuk tahu dan tempe juga impor. Gula, garam, dan terigu pun masih bergantung pada impor,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, ketergantungan terhadap pangan impor tidak hanya menyangkut persoalan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Ketika kebutuhan pangan lebih banyak dipenuhi dari luar negeri, petani, peternak, dan nelayan dalam negeri berpotensi kehilangan kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
“Kalau kita terus bergantung pada impor, petani kita akan tetap miskin. Yang menikmati keuntungan justru petani, peternak, dan nelayan dari luar negeri,” ujarnya.
Zulkifli Hasan menegaskan, persoalan pangan memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat. Ketika hasil usaha masyarakat tidak mampu memberikan penghidupan yang layak, kebutuhan dasar keluarga, termasuk pendidikan anak, turut terdampak.
Karena itu, menurutnya, upaya mewujudkan swasembada pangan menjadi salah satu agenda penting yang terus diperjuangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia pun mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar Indonesia mampu menyelesaikan berbagai persoalan pangan dan mencapai kemandirian.
“Mohon doanya agar Indonesia bisa menyelesaikan masalah ini,” tuturnya.

